Keluarga terdakwa Karen Agustiawan tidak kuasa menahan emosinya setelah mendengar amar putusan majelis hakim yang menjatuhkan pidana 9 tahun penjara terhadap terdakwa atas kasus korupsi pembelian liquefied alami gas (LNG) atau gas alam cair.

Luapan emosionil itu terdengar setelah Karen menghampiri keluarganya yang juga turut hadir dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Senin (24/6).

Mulanya, Karen menghampiri si kecil-si kecilnya yang telah terlihat tidak kuasa menahan air mata atas putusan majelis hakim.

“Tasya, Nadia. Nadia, Lutfi jangan nangis. Nadia, Lutfi jangan nangis. Nadia, Lutfi jangan nangis. Jangan nangis ya, jangan nangis, please jangan slot bonus new member 100 nangis. Jangan nangis,” ucap Karen Agustiawan berakhir sidang.

Eks Dirut Pertamina itu seketika menghampiri si kecil-si kecilnya lalu memeluk seraya meminta mereka supaya tetap tegar.

“Enggak usah nangis, enggak apa-apa,” kata Karen.

Di dikala yang bersamaan, suami Karen, Herman Agustiawan berteriak terhadap Jaksa seraya meluapkan emosinya.

“Puas ya?” teriak Herman.

Kasus Pengadaan LNG
Sebagaimana diketahui, Galaila Karen Kardinah alias Karen Agustiawan dijatuhi pidana 9 tahun penjara serta denda Rp500 juta berhubungan dugaan korupsi pengadaan gas alam cair (liquefied alami gas/LNG) di Pertamina pada periode 2011-2014.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Karen Agustiawan dengan pidana penjara selama 9 tahun dan pidana denda sebesar Rp500 juta subsider tiga bulan kurungan,” ujar Ketua Majelis Hakim, Maryono dalam pembacaan amar putusannya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin (24/6).

Majelis hakim berkeyakinan Karen telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut peraturan bersalah melakukan tindak pidana korupsi, sebagaimana dikuasai dan diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 seputar Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah UU 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan pertama.

Kecuali itu, hakim tidak membebankan terhadap Karen dengan membayar tarif pengganti atas perkaranya.

Yang Memberatkan
Sementara itu dalam pertimbangan hal yang memberatkan Karen, Hakim berpendapat tindakan terdakwa tidak menyokong program pemerintah untuk memberantas korupsi. Lalu membuat negara rugi.

Dalam hal yang meringankannya, eks Dirut Pertamina bersikap sopan, tidak mendapat hasil pidana korupsi.

“Terdakwa mempunyai tanggungan keluarga. Terdakwa mengabdikan diri ke Pertamina,” ujar hakim.

  • نسیم محمدی
  • 1403-04-04
  • 21 بازدید

دیدگاهتان را بنویسید

جستجو در سایت

دسته بندی ها

درحال بارگذاری ...
بستن
مقایسه