Pengajaran di Indonesia telah ada semenjak tahun 1901, zaman Belanda menduduki Indonesia. Ketika itu, Belanda mendirikan sekolah-sekolah di Indonesia untuk kalangan pribumi. Tujuannya merupakan sebagai bentuk upaya dari kebijakan Politik Etis yang theteahousecliftonsquare mereka terapkan. Tetapi, seiring berjalannya waktu, metode pendidikan di Indonesia telah mulai berkembang, terlepas dari campur tangan Belanda. Baca juga: Keruntuhan Hindia Belanda 1940-1942 Sejarah mulainya pendidikan formal Tahun 1901, Belanda mulai memperkenalkan metode pendidikan formal bagi penduduk Hindia Belanda (Indonesia). Tetapi pendidikan formal dibagi berdasarkan kelas sosial dan keturunan. Baru si kecil pejabat dan ningrat pribumi yang bisa mengenyam pendidikan formal. Cara yang mereka perkenalkan merupakan dengan tingkatan sebagai berikut: Europeesche Lagere School, sekolah dasar bagi orang Eropa Hollandsch Inlandsche School (HIS), sekolah dasar bagi pribumi Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), sekolah menengah pertama Algemeene Middelbare School (AMS), sekolah menengah atas Lalu, semenjak tahun 1930-an, pendidikan formal ini mulai dikenal hampir di seluruh provinsi di Indonesia. Tetapi keadaan ini berubah dikala Jepang datang. Di masa pendudukan Jepang (1942-1945), metode ini digantikan. Pertama, bahasa Indonesia dibuat bahasa resmi pengantar pendidikan menggantikan bahasa Belanda. Kedua, metode pendidikan diintegrasikan. Pengajaran berdasarkan kelas sosial yang sebelumnya berlaku di era Hindia Belanda, dihapuskan. Ketiga, masa belajar diubah. Setelah sekolah dasar enam tahun (kokumin gakko), ada sekolah menengah pertama tiga tahun dan sekolah menengah tinggi tiga tahun. Tetapi pendidikan di masa Jepang jauh lebih buruk dibanding di masa kolonial Hindia Belanda. Banyak kekuatan pendidik dan pelajar dialihkan untuk menolong kebutuhan perang Jepang. Pada tahun ajaran 1940/1941 atau dikala Indonesia masih dijajah Belanda, jumlah sekolah dasar 17.848. Tetapi di akhir pendudukan Jepang (1944/1945), jumlah sekolah dasar menjadi 15.069. Selain itu, orientasi pendidikan juga sungguh-sungguh merujuk pada Jepang. Doktrin yang diberikan Jepang kepada para pendidik merupakan Hakko Ichiu yang artinya Delapan Benang di Bawah Satu Atap. Hakko Ichiu merupakan ambisi Jepang untuk menyatukan Asia Timur Raya (termasuk Asia Tenggara) dalam satu kepemimpinan, merupakan di bawah Kaisar Jepang.
  • نسیم محمدی
  • 1403-04-14
  • 19 بازدید

دیدگاهتان را بنویسید

جستجو در سایت

دسته بندی ها

درحال بارگذاری ...
بستن
مقایسه